ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Nasional
Nama-nama Pahlawan Nasional 2021 dan Profilnya (Pemberian gelar Pahlawan Nasional / Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nama-nama Pahlawan Nasional 2021 dan Profilnya (Pemberian gelar Pahlawan Nasional / Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nama-nama Pahlawan Nasional 2021 dan Profilnya

by Ruangpers.com
10 November 2021 | 14:32 WIB
in Nasional
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

Jakarta, Ruangpers.com – Nama-nama pahlawan penting diketahui untuk mengenang jasa mereka dalam membela tanah air. Dalam rangka Hari Pahlawan, ada empat tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional dari Presiden Joko Widodo.

Keempat tokoh tersebut dihargai karena perjuangannya dalam mempertahankan negara Indonesia. Tak heran, mereka masuk ke dalam nama-nama pahlawan nasional yang diberi gelar oleh Jokowi.

Lantas, siapa saja nama-nama pahlawan nasional 2021? Berikut deretannya.

Nama-nama Pahlawan Nasional: Sultan Aji Muhammad Idris

Sultan Aji Muhammad Idris masuk dalam daftar nama-nama pahlawan nasional yang ditetapkan tahun ini. Dia merupakan sultan ke-14 di Kerajaan Kutai Kartanegara dan Sultan Kerajaan Kutai Kartanegara yang pertama kali menggunakan nama islami.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengutip buku yang berjudul ‘Kerajaan-kerajaan nusantara’ karya Woro Miswati, berikut profil Sultan Aji Muhammad Idris.

*Menantu dari Sultan Wajo, Lamaddukelleng

*Di masa kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Idris, nama kerajaan diganti menjadi sebutan kesultanan, yaitu Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura

*Ibu kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang awalnya di Kutai Lama dipindahkan ke Pemarangan pada 1732

*Memerintah dari 1735-1778

Sultan Aji Muhammad Idris masuk dalam nama-nama pahlawan nasional karena berhasil melawan VOC hingga gugur. Dilansir dari laman Kabupaten Kutai Kartanegara, dia membantu mertuanya Lamaddukelleng untuk melawan VOC di Wajo, Sulawesi Selatan. Saat itu pula, pemerintahan dipegang oleh Dewan Perwakilan.

Nama-nama Pahlawan Nasional: Usmar Ismail

Usmar Ismail juga diabadikan dalam nama-nama pahlawan nasional. Lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921, dia merupakan anak kandung dari Datuk Tumenggung Ismail yang merupakan guru sekolah kedokteran di Padang. Sementara ibunya bernama Siti Fatimah.

Mengacu situs Kementerian dan Kebudayaan RI, berikut pendidikan Usmar Ismail:

*HIS (Sekolah Dasar) di Batusangkar

*MULO B (SMP) di Simpang Haru, Padang

*AMS-A (SMA) di Yogyakarta sampai tahun 1941

*Sarjana Muda Jurusan Film di University of California, Los Angeles (1953) dari beasiswa Yayasan Rockefeller

Dia aktif dalam kegiatan drama dan mengirim karyanya ke berbagai majalah. Bakatnya terus terasah saat bekerja di Keimin Bunka Sidosho, yakni Kantor Besar Pusat Kebudayaan Jepang.

Dia terlibat dalam proyek pementasan drama bersama Arjimin Pane yang merupakan budayawan lain. Bersama kakanya, El Hakim beserta Rosihin Anwar, Cornel Simanjuntak serta H.B Jassin, dia mendirikan kelompok sandiwara ‘Maya’ pada tahun 1943. Kelompok ini menyajikan sandiwara dengan teknik teater ala Barat, sehingga dianggap sebagai tonggak lahirnya teater modern di Indonesia.

Kini, namanya diabadikan untuk sebuah gedung perfilman, yaitu Pusat Perfilman Usmar Ismail yang terletak di daerah Kuningan, Jakarta. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor D.III-4835/7/75 tanggal 24 Agustus 1975.

Nama-nama Pahlawan Nasional: Raden Aria Wangsakara

Pemerintah juga memasukkan nama Raden Aria Wangsakara ke dalam deretan nama pahlawan. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 109 TK/2021 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional.

Dia lahir sekitar 1024 H atay 1615 M. Tanggal kelahirannya diperkirakan dari naskah Perimbon Keariaan Tangerang yang menyebut dirinya meninggal pada malam Jumat Manis tanggal 2 Syaban tahun 1092 H atau 1681 M pada usia 68 tahun dalam hitungan kalender hijriah, atau usia 66 tahun dalam hitungan masehi.

Dia menentang politik keluarga yang menyerahkan kedaulatan Sumedang Larang ke penjajah Belanda. Kala itu, Ratu Mataram mengancam orang-orang Sumedang dan menjatuhi hukuman. Atas insiden itu, Aria pindah ke Banten.

Di sana, dia dan beberapa saudaranya disambut baik oleh Gustin Sinuhun Sultan Abdul Mafakhir. Pangeran Ratu juga mengharapkan kehadiran Raden Aria Wangsakara dan dua saudaranya bisa menjadi mediator rekonsiliasi Tata SUnda pasca penyerangan Banten terhadap Pajajaran.

Di usia 18 atau 19 tahun, dia ke Mekah sebagai utusan Banten. Dia pergi bersama Labe Panji dan Demang Tisnajaya. Dia menetap di Mekah sembari mempelajari ilmu dengan ulama-ulama di Mekah. Berkat kecakapan Raden Aria Wangsakara, Kemaulanaaan Banten diakui oleh Syarif Mekah.

Raden Aria Wangsakara juga mendapat kepercayaan untuk menjaga wilayah Kerajaan Mataram, yaitu di dekat Sungai Cisadane. Kehadiran Raden Aria Wangsakara memicu kekhawatiran dari VOC. VOC pun mendirikan benteng untuk mengawasi gerak-geriknya.

Nama-nama Pahlawan Nasional: Tombolutu

Tombolutu merupakan sosok keempat yang masuk ke dalam nama-nama pahlawan nasional 2021. Dia berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Merujuk situs Pemkab Parigi Moutong, Tombolutu punya dua gelar Pua Darawati. Dia juga pernah menerima tahta kerajaan Moutong pada tahun 1877. Padahal, saat itu usianya masih 20 tahun.

Tombolutu masuk ke dalam jajaran nama-nama pahlawan bukan tanpa alasan. Dia berjasa karena perjuangannya melawan Belanda, salah sayunya ketika Pemerintah Belanda menurunkan Pasukan Marsoses guna menumpas perlawanan Tambolutu.

Untuk diketahui, Marsose adalah pasukan khusus atau pasukan elit Belanda yang pernah diturunkan saat perang Diponegoro juga perang Aceh. Saat itu, jumlah pasukan Marsose yang diturunkan kurang lebih 170 pasukan. Mereka bertugas untuk menumpas perlawanan Tambolutu. Sayangnya, mereka tak pernah berhasil menumpas Tambolutu. Hal ini yang meyakinkan Tambolutu layak masuk ke dalam jajaran nama-nama pahlawan.

 

Sumber : detik.com

Tags: Hari Pahlawan Nasional 2021Pahlawan Nasional 2021
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Foto: Presiden Prabowo Subianto menjenguk polisi yang terluka imbas menjaga demo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Firda/detikcom)
Nasional

Prabowo Murka soal Aksi Massa Rusuh: Niatnya Hancurkan Pembangunan Nasional!

by Ruangpers.com
1 September 2025 | 21:43 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan aksi unjuk rasa yang berakhir...

Read more
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Nasional

Kapolri Bicara Pencegahan Korupsi saat Jadi Narasumber Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

by Ruangpers.com
26 Februari 2025 | 22:14 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi narasumber dalam...

Read more
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan TNI dan Polri tetap solid usai kasus penyerangan Mapolres Tarakan yang dilakukan oknum TNI.
Nasional

Usai Kasus Penyerangan Mapolres Tarakan, Kapolri Pastikan TNI-Polri Tetap Solid

by Ruangpers.com
26 Februari 2025 | 22:01 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan TNI dan Polri...

Read more
Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Sandi Nugroho, memberikan pembekalan penting kepada Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) semester genap Tahun 2025.
Nasional

Taruna Akpol 2025 Dibekali Kadiv Humas Polri dengan Strategi Kehumasan di Era Digital

by Ruangpers.com
7 Januari 2025 | 21:13 WIB

Semarang, Ruangpers.com - Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Sandi Nugroho, memberikan pembekalan...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini