ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Internasional
Pesan teks di ponsel tentara Rusia yang dikirim ke ibunya sebelum dia dibunuh pasukan Ukraina dalam pertempuran sengit. Foto/via news.com.au

Pesan teks di ponsel tentara Rusia yang dikirim ke ibunya sebelum dia dibunuh pasukan Ukraina dalam pertempuran sengit. Foto/via news.com.au

Pesan Teks Tentara Rusia sebelum Dibunuh Ukraina: Mama, Aku Takut….

by Ruangpers.com
2 Maret 2022 | 08:10 WIB
in Internasional
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

New York, Ruangpers.com – Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya membacakan pesan teks antara seorang tentara Rusia dan ibunya beberapa saat sebelum dia dibunuh pasukan Kiev selama pertempuran sengit.

Diplomat itu membacakan tangkapan layar dari pesan teks ponsel tentara Rusia selama sesi khusus darurat Majelis Umum PBB pada hari Senin.

“Mama, aku tidak lagi di Crimea—aku tidak dalam sesi pelatihan,” bunyi pesan tentara tersebut tanpa disebutkan namanya setelah ibunya bertanya mengapa bertugas cukup lama, sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (2/3/2022).

“Mama, aku di Ukraina. Ada perang nyata yang berkecamuk di sini. Aku takut. Kami mengebom semua kota bersama-sama, bahkan menargetkan warga sipil. Kami diberitahu bahwa mereka akan menyambut kami. Mereka jatuh di bawah kendaraan lapis baja kami, melemparkan diri mereka ke bawah kemudi dan tidak membiarkan kami lewat. Mereka menyebut kami fasis. Mama, ini sangat sulit.”

Kyslytsya menyamakan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan “pria di bunker” yang tewas di Berlin pada Mei 1945.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menghadapi isolasi yang semakin dalam di panggung dunia, Rusia menghadapi ujian dukungan yang penting pada hari Senin ketika 193 anggota Majelis Umum PBB mengadakan sesi khusus darurat yang langka—yang ke-11 yang diadakan Majelis Umum PBB dalam sejarahnya—untuk memperdebatkan resolusi yang mengutuk tindakan “agresi bersenjata Moskow yang tidak beralasan” di Ukraina.

Selama sesi khusus darurat, Rusia membela keputusannya untuk menyerang tetangganya ketika negara demi negara mendesak perdamaian dari podium.

Di sela-sela sesi, Washington mengatakan telah mengusir 12 diplomat Rusia di PBB dari negara Amerika Serikat atas tuduhan terlibat dalam kegiatan spionase yang merugikan keamanan nasional Amerika.

Di aula Majelis Umum, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, memohon, pertempuran di Ukraina dihentikan.

“Cukup sudah cukup,” katanya.

Perwakilan lebih dari 100 negara diperkirakan akan berbicara selama tiga hari saat badan global memutuskan apakah akan mendukung atau tidak terhadap resolusi yang menuntut Rusia segera menarik pasukannya dari Ukraina.

Pemungutan suara diharapkan digelar hari Rabu, dan harus mencapai ambang dua pertiga untuk lolos. Resolusi tersebut tidak mengikat tetapi akan menjadi penanda betapa terisolasinya Rusia.

Perancang resolusi berharap mereka dapat melebihi 100 suara mendukung—meskipun negara-negara termasuk Suriah, China, Kuba dan India diharapkan untuk mendukung Rusia atau abstain.

“Kami tidak merasa terisolasi,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia kepada wartawan.

Dia mengulangi sikap Moskow, yang ditolak mentah-mentah oleh Kiev dan sekutu Baratnya, bahwa operasi militernya diluncurkan untuk melindungi penduduk daerah yang memisahkan diri di Ukraina timur.

Baca Juga : Ukraina Tunjukkan Tentara-tentara Rusia yang Ditangkap dan Dibunuh

“Permusuhan dilepaskan oleh Ukraina terhadap penduduknya sendiri,” katanya dalam pidatonya.

Diplomat Ukraina Kyslytsya mengtakan pemungutan suara di PBB juga dilihat sebagai barometer demokrasi di dunia di mana sentimen otokratis telah meningkat, menunjuk ke rezim seperti itu di Myanmar, Sudan, Mali, Burkina Faso, Venezuela, Nikaragua-dan tentu saja Rusia.

“Jika Ukraina tidak bertahan, PBB tidak akan bertahan. Jangan berangan-angan,” kata Kyslytsya.

 

Sumber : Sindonews.com

 

 

Tags: PerangRusiaUkraina
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Foto: Unilad
Internasional

Wanita Ini Tewas Usai Makan Ayam dan Kentang Goreng

by Ruangpers.com
14 Agustus 2024 | 07:28 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Seorang wanita bernama Lily dilaporkan meninggal dunia setelah sejumlah...

Read more
Foto: Foto: FaanenFM/X
Internasional

Ngeri! Pesawat Ini Jatuh di Jalan Tol yang Sibuk, Pilot Tewas

by Ruangpers.com
2 Agustus 2024 | 07:44 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Sebuah pesawat kecil jatuh di jalan tol yang sibuk....

Read more
Ilustrasi corona. (Net)
Internasional

Jepang Dilanda Gelombang Baru COVID-19, Temukan Varian Super Menular

by Ruangpers.com
21 Juli 2024 | 07:08 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Jepang tengah dilanda gelombang baru COVID-19, didominasi dengan subvarian...

Read more
Ilustrasi Singapura. (Foto: Getty Images)
Internasional

Singapura Bakal Cairkan BLT Rp 10 Juta ke 1,5 Juta Warganya!

by Ruangpers.com
4 Juli 2024 | 19:40 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Pemerintah Singapura akan menyalurkan voucher bantuan langsung tunai (BLT)...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini