ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Hukum
Pendapat berbeda datang dari Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri. Ia tidak sependapat dengan rekannya sesama pakar psikologi Reni Reni Kusumowardhani. HO

Pendapat berbeda datang dari Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri. Ia tidak sependapat dengan rekannya sesama pakar psikologi Reni Reni Kusumowardhani. HO

Patahkan Keterangan Reni Kusumowardhani, Ahli Psikologi Reza Indragiri:Justru Yosua Korban Pelecehan

by Ruangpers.com
22 Desember 2022 | 13:16 WIB
in Hukum
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

Medan, Ruangpers.com – Pendapat berbeda datang dari Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri. Ia tidak sependapat dengan rekannya sesama pakar psikologi Reni Kusumowardhani.

Pada perbincangan di Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Kamis (22/12/2022), Reza mengatakan Putri bukan korban pemerkosaan.

Reza Indragiri Amriel menyangsikan adanya pemerkosaan di Magelang yang terus disuarakan oleh Putri Candrawathi.

Hal ini bertolak belakang dengan kesaksian Ketua Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Reni Kusumowardhani yang menjadi saksi ahli di sidang pembunuhan Brigadir J, Rabu (21/12/2022).

Reza Indragiri Amriel justru menduga bahwa Yosua lah sesungguhnya yang merupakan korban pelecehan seksual.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga menyinggung soal adanya kemungkinan yang terjadi bukan perkosaan, melainkan perselingkuhan.

“Menurut Bang Reza sesunggunya apa yang terjadi? Percintaan?,” tanya Abraham Samad.

“Sejujurnya saya ingin mengatakan saya tidak yakin ada kontak seksual, tapi Kapolri dalam rapat di Komisi III DPR sudah memberikan opsi, ini kalau bukan pelecehan ini perselingkuhan,” kata Reza Indragiri Amriel.

Ia pun mengatakan bahwa pelecehan sudah jelas tidak ada.

“Kalau pelecehan sudah jelas tidak, karena diksi yang dipakai oleh terdakwa FS dan terdakwa PC bukan pelecehan, melainkan perkosaan. Kalau kita baca UU tindak pidana kekerasan seksual, pelecehan dan perkosaan itu dibedakan, tidak bisa dipukul rata,” jelas dia.

Ia pun kemudian mencoba menimbang isu perselingkuhan dari opsi yang dikatakan oleh Kapolri tersebut, hasilnya justru malah Yosua yang diduga menjadi korban.

“Kembali ke relasi kuasa, ada mendiang Brigadir J, ada PC, diterapkan terori relasi kuasa, justru boleh jadi mendiang Brigadir J lah korbannya. Karena dia adalah sosok yang representatif ketika kita bicara manusia yang submisif, inferior, lemah, powerless, dia justru korbannya. Kalau dianggap sekali lagi harus ada peristiwa kekerasan seksual di situ,” ungkap dia.

Reza Indragiri Amriel pun menduga jangan-jangan arahnya ke sana, dan tentu saja polisi harus melakukan investigasi untuk mencari kebenarannya.

“Tapi terori relasi kuasa kalau kita terapkan dalam kasus ini, justru kebalikannya yang terjadi bahwa alih-alih Brigadir J itu seorang pelaku pemerkosaan, jangan-jangan dia adalah korban kejahatan seksual,” tegas dia.

“Apa dia korban atau semacam ada hubungan?,” tanya Abraham Samad lagi.

Reza Indragiri Amriel pun rupanya kurang yakin jika hal itu murni merupakan perselingkuhan atas dasar suka sama suka.


Pada perbincangan di Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Kamis (22/12/2022), Reza mengatakan Putri bukan korban pemerkosaan.

Apalagi Brigadir J diketahui sudah memiliki calon istri dan sudah berencana menikah.

“Bukankah mendiang Brigadir J akan berjalan karirnya dan kita bayangkan dia akan memilih istri yang sepadan dengan dia. Jadi kalau kemudian dia katakanlah berselingkuh, pertanyaannya relasi seksual semacam ini sungguh-sungguh mau sama mau atau tidak? atau dipaksa untuk melayani siapapun itu?,” beber dia.

“Kalau kita pakai kata perselingkuhan tapi di balik itu sesungguhnya adalah paksaan dari satu pihak untuk melayani pihak yang lain, maka ini kan sesungguhnya bukan perselingkuhan. Perselingkuhan itu mau sama mau, terlarang, tersembunyi,” jelasnya.

Di samping itu, ia pun menduga bisa saja pelecehan seksual ini sengaja dikaburkan lalu diganti menjadi narasi peselingkuhan.

“Ini adalah contoh tuduhan palsu, misal benar ada perselingkuhan kemudian bocor ke mana-mana, lalu dalam rangka menutupi aib agar pasangan tidak murka, agar reputasi tidak jatuh maka diberikan label baru, bahwa ini adalah perkosaan atau pelecehan,” ungkap dia.

Reza Indragiri Amriel pun menegaskan kalau kemungkinan itu bisa saja ada.

“Bahwa adakah ini situasi relabeling kalaulah dianggap perselingkuhan itu ada, tapi diberi nama baru dan dibangun narasi baru yaitu sebagai kekerasan seksual. Tapi kalaupun perselingkuhan itu ada, ini sungguh-sungguh mau sama mau atau satu pihak yang memaksa,” tandasnya.

Ahli Psikologi Forensik: Keterangan Putri soal Pelecehan Seksual Layak Dipercaya

Ahli psikologi forensik dari Asosiasi Forensik Indonesia (Apsifor) Reni Kusumowardhani mengungkapkan keterangan Putri Candrawathi soal dugaan pelecehan seksual layak untuk dipercaya.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi saksi ahli dari JPU pada sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Rabu (21/12/2022).

Awalnya, Febri menanyakan kepada Reni apakah keterangan Putri soal dugaan adanya pelecehan seksual di Magelang kredibel untuk dijadikan hasil pemeriksaan psikologi forensik.

Reni pun menjawab bahwa dirinya dan tim tidak bisa menyimpulkan apakah keterangan Putri itu kredibel atau tidak.

Namun, ia hanya menyatakan keterangan Putri soal dugaan pelecehan seksual di Magelang masuk dalam kategori kredibel atau layak dipercaya.

“Jadi, apakah hasil pemeriksaan psikologi forensik yang dilakukan bersama tim meyakini bahwa peristiwa dugaan pelecehan seksual di Magelang itu terjadi karena keterangan ibu Putri kredibel di sana?” tanya Febri.

“Saya rasa kapasitas kami menjelaskan tentang perilakunya. Jadi artinya apa yang disampaikan oleh ibu Putri memang berkesesuaian dengan kriteria yang kredibel terkait dengan kekerasan seksual yang terjadi di Magelang menurut ibu Putri,” jelas Reni.

Reni pun menyarankan agar keterangan istri Ferdy Sambo itu sebagai petunjuk agar didalami saat persidangan berlangsung.

“Ini (keterangan Putri) yang kemudian perlu didalami oleh hukum tentunya. Namun keputusan mengenai apakah ini ( pelecehan seksual) terjadi atau tidak pasti terjadi tentu itu bukan kapasitas kami,” imbuhnya.

“Berarti yang saudara saksi simpulkan adalah keterangan Putri layak dipercaya?” tanya Febri lagi.

“Layak dipercaya,” jawab Reni.

 

Sumber : tribunnews.com

 

Tags: BrimobPolisi Tembak Polisi
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Tim Opsnal Unit Jatanras gerak cepat menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), inisial HS (28), warga Jalan Bah Tongguran, pada Selasa (13/1/2026) malam.
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

by Ruangpers.com
14 Januari 2026 | 21:10 WIB

Pematangsiantar, Ruangpers.com - Kurang dari 1x24 jam, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim)...

Read more
Polsek Siantar Utara Ringkus Dua Pelaku Pencurian di SD Negeri No. 122365.
Hukum

Polsek Siantar Utara Ringkus Dua Pelaku Pencurian di SD Negeri No. 122365

by Ruangpers.com
11 Januari 2026 | 22:28 WIB

Pematangsiantar, Ruangpers.com - Polsek Siantar Utara bersama Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar berhasil...

Read more
BhabinKamtibmas Kelurahan Sukadame, AIPTU Parulian Simanjuntak, selesaikan dugaan pencurian di Pasar Dwikora, Jalan Mufakat, dengan problem solving, pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Hukum

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Pencurian di Pasar Dwikora

by Ruangpers.com
10 Januari 2026 | 20:29 WIB

Pematangsiantar, Ruangpers.com - Polsek Siantar Utara - Polres Pematangsiantar melalui BhabinKamtibmas Kelurahan...

Read more
Foto Pelaku Penggelapan Sepedamotor asal Simalungun.
Hukum

Polres Pematangsiantar Tangkap Pelaku Penggelapan Sepedamotor Asal Simalungun

by Ruangpers.com
19 Desember 2025 | 18:05 WIB

Pematangsiantar, Ruangpers.com - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dipimpin Kanit...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini