Pematangsiantar, Ruangpers.com – Pelaksanaan Konferensi Kota berlangsung sukses dan menetapkan Drs. Risbon Sinaga, M.M dan Sopar Aritonang, S.Pd, M.Si, sebagai Ketua dan Sekretaris PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030, pada Kamis (30/10/2025), di Siantar Hotel, jalan WR Supratman No. 3 Pematangsiantar.
Pemilihan pengurus inti PGRI Kota Pematangsiantar itu, langsung dipimpin Tim Carataker yaitu Samsul Napitupulu S.E, M.Si, sebagai Ketua, Drs. Risbon Sinaga, M.M sebagai Wakil Ketua dan Drs. Zocson M. Silalahi, M.Pd dan Drs. Albert Pancasila Sipayung, M.M, masing – masing sebagai Anggota. Sedangkan jumlah peserta Konferensi Kota sebanyak 32 orang, utusan dari 8 Kecamatan.

Usai Drs. Risbon Sinaga, M.M dan Sopar Aritonang, S.Pd, M.Si, ditetapkan sebagai Ketua dan Sekretaris PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030, langsung dilanjutkan mengisi struktur kepengurusan lainnya.


Dan tidak menunggu terlalu lama, acara dilanjutkan pelantikan Pengurus PGRI Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030 yang ditandai dengan pembacaan SK Kepengurusan oleh Ketua PGRI Sumatera Utara, Samsul Napitupulu, S.E, M.Si, lalu penyerahan pataka PGRI dan masing – masing pengurus membaca pakta integritas dan menandatanganinya.
Ketua PGRI Sumatera Utara, Samsul Napitupulu, S.E, M.Si dalam sambutannya di acara pelantikan Pengurus PGRI Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030, mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan dia yakin, PGRI Kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Drs. Risbon Sinaga, M.M dan Sopar Aritonang, S.Pd, M.Si, akan lebih baik, khususnya dalam memperjuangkan hak – hak guru, mengadvokasi para guru dan meningkatkan kompetensi guru.

“Siantar ikon pendidikan dan tolak ukur pendidikan di Sumatera Utara. Untuk itu, tolong Bapak Ibu Guru agar ramah pada anak, utamakan senyum, sapa dan salam. Dan Bapak Ibu Guru juga harus ikhlas dan tidak boleh apatis. Mari kita laksanakan tugas kita dengan niat mencerdaskan anak bangsa,”ujarnya.
“Pengurus PGRI Kota Pematangsiantar yang baru dilantik juga harus benar – benar melaksanakan pakta integritas dengan baik dan harus sinergis diantara sesama pengurus,”pesannya.
Samsul Napitupulu juga menyinggung iuaran para guru untuk organisasi PGRI yaitu sebesar Rp10 ribu satu bulan dan hal itu sudah dilaksanakan di Kabupaten Asahan.

“Kita bisa menggandeng Bank Sumut untuk membantu pemungutan iuran ini,”ujarnya.
Sementara itu, Drs. Risbon Sinaga, M.M sebagai Ketua PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030, mengucap syukur atas terlaksanya kegiatan ini dengan lancar dan sukses yang tidak terlepas dari kerja keras Panitia Konferensi Kota dan Pelantikan Pengurus PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta Konferensi Kota yang telah mempercayakannya sebagai Ketua PGRI Kota Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030.

Risbon juga menyapa dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran undangan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Pematangsiantar diantaranya dari Pemko Pematangsiantar diwakili Dinas Pendidikan, Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, dari Polres Pematangsiantar, dan Kejari Pematangsiantar.
“Juga Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara, August Sinaga, S.Pd, MAP, mantan Ketua PGRI Kota Pematangsiantar, Rudolf Barmen Manurung M.Pd, dan termasuk rekan insan pers,”ujarnya.

“Sekali lagi, terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kpada saya dan teman – teman untuk mengurus PGRI Kota Pematangsiantar. Jadi bukan mempin bagi saya tapi mengurus. Saya harapkan agar pengurus PGRI Pematangsiantar bisa bergandeng tangan, dan satu padu untuk meningkat martabat guru di Kota Siantar. Jadi bukan susunan pengurus yang penting tapi program kerja kita harus jelas, terarah dan terukur dan kita duji dalam 3 bulan seperti yang kita ucapkan dalam pakta integritas,”ujarnya.

Apalagi, lanjut Risbon, sudah dekat perayaan Hari Guru untuk itu, mari kita rayakan besar-besaran di Siantar.
Dia juga menyayangkan, masih ada guru harus hadapi bullyan dan PGRI Pematangsiantar akan melakukan penyuluhan hukum bagi guru.
Di hadapan Ketua DPRD dan undangan lainnya, Risbon menyampaikan komitmennya membangun PGRI.
“Saya janji, PGRI harus jaya, jangan ada guru terzolimi dan advokasi PGRI harus sejalan dengan guru,”tegas Risbon Sinaga yang saat ini menjabat Plt. Kadis Sosial Kota Pematangsiantar dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.

Di akhir sambutannya, dia mengajak para guru agar semangat menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kota Pematangsiantar.
Ucapan selamat dan motivasi maupun dukungan kepada Pengurus PGRI Pematangsiantar Masa Bakti XXIII Tahun 2025 – 2030 juga datang dari Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara, August Sinaga, S.Pd, MAP, dan mantan Ketua PGRI Kota Pematangsiantar, Rudolf Barmen Manurung M.Pd, yang disampaikan saat kata sambutan.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan, Sopar Aritonang, S.Pd, M.Si dalam laporannya menyampaikan, bahwa peserta Konferensi Kota sebanyak 32 orang, yaitu utusan dari 8 Kecamatan.
“Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu amanat surat tugas caretaker karena masa pengurus sebelumnya telah berakhir,”ujarnya.

Dia juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta Konferensi Kota dan para undangan lainnya, terlebih dari PGRI Provinsi Sumatera Utara.
Sopar berharap, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses serta memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini.
(red)






