Pematangsiantar, Ruangpers.com – Dalam rangka memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru selamat, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) merayakan natal yang dilaksanakan di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP), pada Jumat (19/12/2025), yang dimulai pukul 09.00 WIB.
Acara natal dilaksananakan demgan sederhana yang diawali dengan barisan prosesi dari kantor Biro Rektor, dan dilanjutkan dengan ibadah, penyalaan lilin natal dan kata-kata sambutan.
Hadir dalam acara tersebut, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan MST, Sekjend HKBP, Pdt Rikson Hutahaean, M.Th, Sekretaris Yayasan Nommensen, Pdt Enig Aritonang, Kadep Koinonia, Pdt Dr. Deonal Sinaga, M.Th, Kadep Diakonia, Pdt Eldarton Simbolon, Kadep Marturia, Pdt Bernard Manik M.Th, Rektor UHKBPNP, Dr Muktar B Panjaitan, M.Pd, Ketua STT HKBP, Pdt Dr Sukamto Limbong, M.Th, Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur, Pdt. A.A Zaitun Sihite, para pelayan yang sudah pensiun, para Wakil Rektor UHKBPNP, Dosen dan Tendik.
Ketua Panitia, Pdt Partohap S.R Sihombing, S.Th, M.Pd dalam sambutannya, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan yang diberikan sebagai panitia Natal Hatopan dan memohon maaf jikalau ada kesilapan dan kesalahan dalam pelaksanaan natal tersebut.

Mewakili undangan, Pdt. Dr. Sukamto Limbong M.Th dalam sambutannya, mengatakan, hari ini merupakan waktu terindah. Mari mempersiapkan diri mengerjakan perintah pelayanan yang diberikan kepada kita. “Semoga kita kuat dan mampu melaksanakan tugas kita,”ujarnya.
Sementara itu, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan MST dalam bimbingan pastoralnya, mengatakan, kita patut bersyukur karena sampai saat ini masih sehat sehingga dapat merayakan natal.
Dikatakan Ephorus bahwa mulanya ada tiga arti makna awal perayaan natal yang pertama adalah sebagai peristiwa liturgis yang menekankan ibadah dengan kesederhanaan, yang kedua sebagai sarana penggembalaan dan yang ketiga adalah membawa sukacita dan kedamaian, jauh dari ketegangan yang tidak perlu.
“Oleh karena itu, mari kita rawat dan hidupi makna awal natal dalam pemikiran kita saat ini dan masa depan, kiranya sukacita dan lindungan Kristus memenuhi hidup kita,”ujarnya.

Lanjut Ephorus mengatakan bahwa seperti yang sudah kita ketahui bahwa bencana melanda Tapanuli Raya dan daerah Sumatera Barat dan sudah diberikan bantuan yang mana saat ini telah dibentuk Tim Satgas Peduli Kasih yang diketuai oleh Sekjend HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th, Kadep Diakonia dan Pdt Rein Justin Gultom dan kita patut bersyukur sampai saat ini sudah hampir Rp. 10 M yang sudah terkumpul dari jemaat HKBP melalui distrik dan resort.
“Semoga kedepan, semakin kita tingkatkan rasa tolong menolong kepada sesama,”ujarnya.
Diakhir sambutannya, Ephorus berharap agar kedepan pelayanan HKBP dapat menjadi model dalam merawat ciptaan Tuhan.
Ephorus tak lupa berpesan kepada seluruh kampus HKBP dan Perguruan Theologi HKBP agar menjadi kampus yang hijau.

“Karena kita berharap dari kampus adanya kajian kajian ilmiah untuk mencerahkan masyarakat sekitar sehingga dapat terlihat dengan jelas bahwa HKBP dan seluruh unit pelayanan dan pemikiran pemikiran dan hasil hasil studi yang mencerahkan,”ujar Ephorus seraya berkata bahwa kejadian bencana alam yang baru-baru ini adalah bukan bencana alam biasa melainkan bencana yang terjadi ini adalah bencana ekologis, bencana buatan tangan manusia karena tidak merawat alam sehingga terjadi perubahan iklim.
“Saya mengajak agar seluruh umat HKBP sehati dalam menjaga kelestarian alam dan hadir dalam negara untuk mengatasi masalah bukan menimbulkan masalah,”pungkasnya.
Acara natal mengangkat thema: Allah hadir untuk menyelamatkan dan menolong (2 Korintus 6:2) dan sub tema: Dengan perayaan Natal Hatopan, HKBP meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang menderita akibat Bencana Ekologis dan pelestarian lingkungan sebagai perwujudan kehadiran Allah yang menyelamatkan dan menolong.
Acara diisi dengan liturgi, persembahan koor dari PA Ibu-ibu STT, Pelayan Pensiun dan Nommensen Choir.
(rel)






