Medan, Ruangpers.com – Akhir-akhir ini, satu diantara tempat wisata rohani di Sumut sedang viral di jagat sosial media tiktok, Jumat (24/12/2021).
Tempat wisata rohani itu disebut dengan Sibea-bea yang terletak di Harian Boho Kabupaten Samosir Sumatera Utara.
Sibea-bea ini terkenal dengan Jalan tikungan yang berhadapan langsung dengan akhir kelokan buntu mengarah ke Danau Toba.
Dimana kelokan tersebut sangat cocok untuk menjadi spot foto instragamable bak sedang berada di luar negeri.
Selain terkenal dengan jalan kelokan yang menjadi spot foto pengunjung, Sibea-bea ini juga terkenal sebagai tempat wisata rohani.
Apalagi momen hari natal dan tahun baru seperti ini, sebab ketika memasuki Sibea-bea anda akan menemukan patung Yesus Kristus setinggi 61 meter di puncak Bukit Sibea-bea.
Meski tempat ini belum dibuka untuk umum, namun sudah banyak masyarakat yang berkunjung dengan tujuan utama untuk mengabadikan momen di kelokan tersebut.
Namun kali ini ada seorang Crazy Rich Batak, yaitu Donald Sihombing membuat heboh lokasi wisata ini. Ia datang berwisata dengan mobil mewah.
Tak tanggung-tanggung, dia membawa mobil Ferarinya yang berwarna merah ke lokasi wisata tersebut.
Ia pun tak segan-segan memberikan mobilnya untuk difoto maupun direview para pengunjung. Salah satunya pengunjung yang melakukan review mobilnya adalah pemilik akun instagram Parsamosir.
Seketika para pengunjung pun heboh dan berusaha mengabadikan mobil mewah tersebut dengan kamera ponselnya.
Rute Menuju Sibea-bea
Untuk menuju ke Sibea -bea jika dari Kota Medan anda akan menghabiskan waktu selama 4 – 5 Jam dengan jarak tempuh 177 Km.
Rute yang dituju jika anda dari Kota Medan anda bisa mengambil Jalur Berastagi ke arah Kaban Jahe Merak lalu Sidikkalang-Seribudolok lalu ambil arah lintas barat Sumatera menuju Desa Partungko Naginjang.
Meski lumayan jauh, sepanjang perjalanan anda akan disuguhi dengan pemandangan nan sejuk lagi hijau serta melihat keindahan Danau Toba dari berbagai macam sisi selama diperjalanan.

Untuk jam operasional, bukit sibea-bea buka setiap hari tanpa ada batasan waktu dengan biaya masuk hanya Rp 5 ribu saja.
Jika anda hendak berkunjung ke Sibea-bea hendaknya pergi di hari biasa, sebab jika di hari libur Sibea-bea akan sangat dipenuhi oleh pengunjung.
Sosok Donald Sihombing
Donald Sihombing lahir di Medan pada tanggal 23 Juli 1956.
Ia adalah seorang pengusaha Indonesia yang berasal dari Tanah Batak dan sukses dalam mendirikan PT. Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).
Selulusnya SMA, Donald Sihombing melanjutkan pendidikan ke Columbia University, AS jurusan ilmu politik, namun Ia berhenti dan banting setir ke University of Akron Ohio, AS dengan jurusan teknik sipil.
Setelah lulus di tahun 1984, Donald Sihombing merintis karir di berbagai perusahaan yakni Shimizu Contractors (1985 hingga 1986), Balfour Beatty Sakti (1986 hingga 1990), dan Total (1990 hingga 1995).
Tak sangka usahanya berbuah manis hingga saat ini.
Dalam merintis karirnya dibidang konstruksi di mulai dari nol karena tidak memiliki silsilah keluarga dalam berbisnis.
Pasalnya ayahnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ibunya sebagai ibu rumah tangga, sehingga Donald Sihombing secara otodidak belajar berbisnis melalui pengalaman kerjanya.
PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) adalah sebuah perusahaan konstruksi yang membangun banyak gedung-gedung besar di Jakarta, diantaranya Hotel Four Season, Hotel Mulia, hingga Mal Taman Anggrek.
Tidak hanya itu, Donald Sihombing membangun Kalibata City, Grand Indonesia West Mall, hingga rusun-rusun, dan ternyata Ia berasal dari tanah Batak Toba.
Donald Sihombing masuk dalam daftar orang terkaya di Tanah Air dan menempati peringkat 20 besar, dalam data majalah Forbes kekayaannya sebesar US$ 1,4 Miliar atau setara dengan Rp 19 Triliun.
Donald Sihombing memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun di bidang konstruksi, sebelum mendirikan bisnisnya Ia adalah seorang karyawan di PT. Total (perusahaan minyak milik Perancis) yang bekerja melebihi jam normal hingga 20 jam perhari.
Selanjutnya Donald Sihombing bekerja di Tower Taman Anggrek (1995), setelah itu memulai karir menjadi pengusaha dan membangun PT. Totalindo Eka Persada Tbk di 31 Oktober 1996, setelah mendapat proyek pembangunan konstruksi Mal Taman Anggrek (MTA) yang dimiliki oleh Grup Mulia.
Usaha yang selama ini dikerjakan pun berbuah manis dengan menghasilkan banyak karya, penghasilan, dan penghargaan dengan proyek yang berkonsep superblock terbesar di Asia Tenggara.
PT, Totalindo Eka Persada pernah membuatnya masuk dalam jajaran majalah Forbes menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
Sumber : tribunnews.com