ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Internasional
Shenshayba Bazaar di Herat, Afghanistan dikenal sebagai desa satu ginjal karena penduduk terpaksa menjual organ tubuh mereka demi bertahan hidup sehari-hari. Foto/Straits Times

Shenshayba Bazaar di Herat, Afghanistan dikenal sebagai desa satu ginjal karena penduduk terpaksa menjual organ tubuh mereka demi bertahan hidup sehari-hari. Foto/Straits Times

Desa Satu Ginjal yang Penduduknya Terpaksa Jual Organ Demi Bertahan Hidup

by Ruangpers.com
21 Maret 2022 | 11:30 WIB
in Internasional
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

Jakarta, Ruangpers.com – Shenshayba Bazaar di Herat, Afghanistan dikenal sebagai desa satu ginjal . Ini karena penduduk di desa tersebut terpaksa menjual organ tubuh mereka demi bertahan hidup sehari-hari.

Seperti halnya dialami oleh Nooruddin. Dilansir dari Straits Times, Senin (21/3/2022) Noorudin mengaku tidak punya pilihan selain menjual ginjalnya.

Hal serupa juga banyak dilakukan oleh penduduk Afghanistan lainnya yang bersedia mengorbankan organ untuk menyelamatkan keluarga mereka.

Praktik ini telah menjadi begitu luas di kota barat Herat sehingga dijuluki desa satu ginjal.

“Saya harus melakukannya demi anak-anak saya. Aku tidak punya pilihan lain,” kata Nooruddin kepada AFP.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pria 32 tahun itu berhenti dari pekerjaan pabriknya ketika gajinya dipotong menjadi sekitar USD41 atau Rp588 ribu.

Hal tersebut terjadi setelah Taliban menguasai Afghanistan sehingga menyebabkan krisis keuangan dan memperburuk situasi kemanusiaan.

“Saya menyesal sekarang. Saya tidak bisa lagi bekerja. Saya kesakitan dan saya tidak bisa mengangkat apapun yang berat,” jelas Nooruddin.

Keluarga Noorudin sekarang bergantung pada putra mereka yang berusia 12 tahun untuk mendapatkan uang.

Noorudin mengungkapkan bahwa putranya terpaksa bekerja dengan menyemir sepatu seharga 70 sen sehari. Selain memberi makan keluarga, Noorudin mengaku menjual ginjalnya seharga USD1500 atau setara dengan Rp21 juta, untuk membayar utang.

Sementara di Afghanistan sendiri, praktik jual beli ginjal tidak diatur oleh hukum. Di samping itu, orang Afghanistan yang sangat membutuhkan uang biasanya dipertemukan calon dengan pasien kaya, yang melakukan perjalanan ke Herat dari seluruh negeri. Termasuk dari India dan Pakistan untuk menjual ginjalnya.

Penerima ginjal kemudian harus membayar biaya rumah sakit dan donor. Misalnya keluarga Azyta yang memiliki begitu sedikit makanan sehingga dua dari tiga anaknya baru-baru ini dirawat karena kekurangan gizi.

Dia merasa tidak punya pilihan selain menjual organ. Lewat calo, Azyta bertemu dengan penerima donor dari provinsi selatan Nimroz.

“Saya menjual ginjal saya seharga. Saya terpaksa melakukannya. Suami saya tidak bekerja, kami punya utang. Orang-orang menjadi lebih miskin. Banyak orang menjual ginjal mereka karena putus asa,” ujar Azyta.

Sekarang suami Azyta yang bekerja sebagai buruh harian pun berencana melakukan hal yang sama seperti istrinya.

Diketahui bahwa lusinan penduduk desa tersebut telah menjual organ mereka setelah tersiar kabar di antara keluarga miskin tentang uang yang akan dihasilkan.

Dari satu keluarga, lima saudara laki-laki menjual ginjal masing-masing dalam empat tahun terakhir. Mereka menilai hal itu akan menyelamatkannya dari kemiskinan.

Sedangkan, Aziza yang merupakan ibu tiga anak terpaksa menjual ginjalnya atau harus menjual putrinya yang berusia 1 tahun.

“Anak-anak saya berkeliaran di jalanan meminta-minta. Jika saya tidak menjual ginjal saya, saya akan terpaksa menjual putri saya yang berusia satu tahun,” ujar Aziza.

 

Sumber : Sindonews.com

 

 

Tags: AfghanistanDesa Satu Ginjal
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Foto: Unilad
Internasional

Wanita Ini Tewas Usai Makan Ayam dan Kentang Goreng

by Ruangpers.com
14 Agustus 2024 | 07:28 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Seorang wanita bernama Lily dilaporkan meninggal dunia setelah sejumlah...

Read more
Foto: Foto: FaanenFM/X
Internasional

Ngeri! Pesawat Ini Jatuh di Jalan Tol yang Sibuk, Pilot Tewas

by Ruangpers.com
2 Agustus 2024 | 07:44 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Sebuah pesawat kecil jatuh di jalan tol yang sibuk....

Read more
Ilustrasi corona. (Net)
Internasional

Jepang Dilanda Gelombang Baru COVID-19, Temukan Varian Super Menular

by Ruangpers.com
21 Juli 2024 | 07:08 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Jepang tengah dilanda gelombang baru COVID-19, didominasi dengan subvarian...

Read more
Ilustrasi Singapura. (Foto: Getty Images)
Internasional

Singapura Bakal Cairkan BLT Rp 10 Juta ke 1,5 Juta Warganya!

by Ruangpers.com
4 Juli 2024 | 19:40 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Pemerintah Singapura akan menyalurkan voucher bantuan langsung tunai (BLT)...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini