ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Jumat, 30 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Internasional
Ilustrasi. (iStockphoto/Halfpoint)

Ilustrasi. (iStockphoto/Halfpoint)

India Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Terbesar di Dunia

Sementara itu, sebagian warga bersikap skeptis terhadap vaksin karena penyebaran hoaks dan rumor tak berdasar di internet.

by Ruangpers.com
16 Januari 2021 | 16:08 WIB
in Internasional
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

India, Ruang Pers – India memulai program yang mereka sebut-sebut sebagai vaksinasi Covid-19 terbesar di dunia pada Sabtu (16/1). Perdana Menteri India, Narendra Modi, meluncurkan langsung program tersebut melalui acara virtual. Di hari pertama, 300 ribu orang akan menerima vaksin perdana dari dua dosis yang nantinya bakal diberikan.

Negara dengan populasi terbesar kedua di dunia ini akan menyuntikkan vaksin kepada 300 juta orang dari total 1,3 miliar warga pada Juli mendatang.

Pada tahap ini, India memprioritaskan petugas kesehatan, orang berusia di atas 50 tahun, dan mereka yang dianggap berisiko tinggi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka akan memanfaatkan pengalaman dalam Pemilu dan program imunisasi anak dalam meluncurkan program ini.

Namun, AFP melaporkan bahwa program ini sangat riskan bagi India sebagai negara berkembang yang memiliki sistem transportasi dan jaringan lemah. Tak hanya infrastruktur logistik, sistem kesehatan India juga merupakan salah satu yang terlemah di dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Satyajit Rath dari National Institute of Immunology mencontohkan kekurangan tempat penyimpanan vaksin sebagai salah satu kendala program ini.

Kedua vaksin yang disetujui harus disimpan di lemari es setiap saat. Sementara itu, vaksin lain yang tengah dikembangkan juga harus disimpan pada suhu sangat rendah.

India sendiri sudah mempersiapkan puluhan ribu alat pendingin, termasuk 45 ribu kulkas berlapis es, 41 ribu lemari pendingin dalam, dan 300 lemari es tenaga surya.

Namun, kekhawatiran datang kala pada latihan baru-baru ini, seorang pekerja kesehatan di pedesaan Uttar Pradesh terlihat mengangkut boks kecil di setang sepedanya.

Kecemasan lain juga muncul karena pemerintah New Delhi akan melancarkan program secara digital lewat aplikasi buatan lokal, CoWIN, yang telah memiliki beberapa versi palsu.

Dengan penggunaan aplikasi ini, jaringan internet di India yang belum merata juga menjadi kendala.

Jaringan internet yang belum merata menjadi masalah lain yang dihadapi. Selain itu, pihak berwenang juga perlu memastikan dosis vaksin tidak raib dan berakhir dijual di pasar gelap besar obat India.

India sendiri saat ini merupakan salah satu negara dengan tingkat infeksi Covid-19 tertinggi dengan 150 ribu orang meninggal.

Meski tingkat infeksi baru menurun secara tajam dalam beberapa bulan terakhir, tetapi para ahli khawatir gelombang baru akan melanda, dipicu serangkaian festival keagamaan massal baru-baru ini.

Sementara itu, sebagian warga bersikap skeptis terhadap vaksin karena penyebaran hoaks dan rumor tak berdasar di internet.

Minoritas Muslim India bahkan diduga sengaja menyebarkan rumor virus dengan tagar seperti #CoronaJihad. Ada pula yang menyebut pandemi tersebut sebagai penutup rencana untuk menanamkan microchip yang dapat dilacak.

Sebuah survei anyar yang dilakukan kepada 18 ribu orang di seluruh India menemukan bahwa 69 persen tidak terburu-buru untuk mendapatkan suntikan Covid-19.

“Saya memilih menunggu dan memantau bagaimana hasilnya dengan pekerja nakes yang divaksinasi lebih dulu,” kata Bankir Sushma Ali (54) kepada AFP.

Sikap tersebut tak mengherankan. Pasalnya, persetujuan vaksin raksasa India, Bharat Biotech Covaxin, tak disertai data percobaan manusia tahap 3.

Sementara itu, vaksin lain yang akan diberikan persetujuan adalah Covishield, vaksin versi AstraZeneca dan Universitas Oxford yang dibuat oleh Institut Serum India, produsen vaksin terbesar di dunia.

“Saya kira ini semua sangat mencurigakan. Biar politikus yang mendapatkan vaksin dulu,” kata seorang ibu rumah tangga Prerna Srivastava (41).


sumber: cnn indonesia

Tags: Covid19Vaksin
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Foto: Unilad
Internasional

Wanita Ini Tewas Usai Makan Ayam dan Kentang Goreng

by Ruangpers.com
14 Agustus 2024 | 07:28 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Seorang wanita bernama Lily dilaporkan meninggal dunia setelah sejumlah...

Read more
Foto: Foto: FaanenFM/X
Internasional

Ngeri! Pesawat Ini Jatuh di Jalan Tol yang Sibuk, Pilot Tewas

by Ruangpers.com
2 Agustus 2024 | 07:44 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Sebuah pesawat kecil jatuh di jalan tol yang sibuk....

Read more
Ilustrasi corona. (Net)
Internasional

Jepang Dilanda Gelombang Baru COVID-19, Temukan Varian Super Menular

by Ruangpers.com
21 Juli 2024 | 07:08 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Jepang tengah dilanda gelombang baru COVID-19, didominasi dengan subvarian...

Read more
Ilustrasi Singapura. (Foto: Getty Images)
Internasional

Singapura Bakal Cairkan BLT Rp 10 Juta ke 1,5 Juta Warganya!

by Ruangpers.com
4 Juli 2024 | 19:40 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Pemerintah Singapura akan menyalurkan voucher bantuan langsung tunai (BLT)...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini