Bandung, Ruangpers.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka penerimaan mahasiswa baru dari berbagai jalur seleksi. Saat ini, baru SNMPTN yang dilaksanakan, selanjutnya SBMPTN dan Seleksi Mandiri ITB.
Sebelum memilih jalur penerimaan dan jurusan serta universitas, tentu diperlukan informasi seputar perkuliahan salah satunya Biaya Pendidikan atau yang dikenal juga dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Direktur Pendidikan ITB Arief Hariyanto mengatakan biaya pendidikan tersebut mengacu pada dasar pemikiran agar terciptanya perguruan tinggi yang berkualitas.
“ITB punya target minimal di mana kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya yang unggul. Sehingga ITB sudah menentukan berapa biaya dari setiap penerimaan,” ujar Arief dalam konferensi pers, Senin (1/2/2021).
“UKT bukan satu-satunya penerimaan ITB tetapi tentu suatu komponen yang penting. Tidak mungkin kami menyelenggarakan pendidikan dengan kualitas yang tinggi dengan anggaran yang selalu kurang,” kata dia menambahkan.
Menurut Arief, berdasarkan peraturan rektor besaran UKT dibagi dalam lima golongan. Golongan pertama nol rupiah hingga paling tinggi Rp 12,5 juta. Secara rinci, ITB memisahkan antara Fakultas/Sekolah bidang Sains dan Teknik dengan Fakultas/Sekolah bidang Bisnis dan Manajemen.
Untuk Biaya Pendidikan untuk Fakultas/Sekolah bidang Sains dan Teknik yang diterima dari jalur SNMPTN dan SBMPTN memiliki besaran biaya UKT per semester Rp12.5 juta dengan iuran pengembangan institusi secara sukarela. Sementara bagi calon mahasiswa dari jalur SM-ITB sebesar Rp 25 juta dengan minimum iuran pengembangan institusi Rp 25 juta.
“Kami meminta iuran institusi minimumnya Rp 25 juta. Pembayaran iuran institusi hanya satu kali saat mahasiswa melakukan pendaftaran ulang,” ujar Arief.
Kemudian untuk Biaya Pendidikan Fakultas/Sekolah bidang Bisnis dan Manajemen jalur masuk SNMPTN dan SBMPTN dikenai biaya UKT per semester sebesar Rp 20 juta dengan iuran pengembangan institusi secara sukarela. Adapun untuk mahasiswa pendaftar SM-ITB, biaya UKT per semester Rp 25 juta dengan iuran pengembangan institusi minimal Rp 40 juta.
Hal serupa juga dibedakan bagi mahasiswa Kelas Internasional yang dibagi dalam dua bidang, antara Sains Teknik dan Bisnis Manajemen. Biaya Pendidikan bagi mahasiswa KI dari bidang Sains dan Teknologi dari WNI sebesar Rp 30 juta per semester dengan iuran pengembangan institusi Rp 60 juta. Untuk WNA biaya pendidikan per semesternya Rp 42 juta dengan Rp 84 juta iuran pengembangan institusi.
Untuk bidang Bisnis dan Manajemen Kelas Internasional, besaran UKT per semester bagi WNI Rp 40 juta dan Rp 80 juta iuran pengembangan institusi. Sedangkan bagi mahasiswa WNA bidang Bisnis dan Manajemen, biaya UKT sebesar Rp 46.5 juta dengan iuran pengembangan institusi mencapai Rp 93 juta.
Biaya kuliah di ITB tersebut tidak termasuk biaya kegiatan pembelajaran di luar wilayah RI, biaya hidup dan akomodasi, biaya pribadi, kelengkapan penunjang pendidikan, buku dan lainnya.
Sumber : detik.com