Pakpak Bharat, Ruangpers.com – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, kunjungi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) Senin (03/04/2023).
Kunjungan tersebut guna membahas tindak lanjut telah keluarnya Intruski Presiden RI tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, termasuk pembangunan jalan penghubung Aornakan-Pagindar-Batas Provinsi NAD.
Dalam kunjungannya, Bupati Pakpak Bharat didamping Kepala Dinas PUTR dan Perhubungan Kabupaten Pakpak Bharat, Maringan Bancin, ST, MT dan diterima Kepala Sub Koordinator Jalan Daerah Kementerian PUPR RI, Ande A.S bersama tim di Kantor Kementerian PUPR RI.
Ande A.S menjelaskan, sesuai Instruksi Presiden yang tertuang dalam Inpres nomor 3 Tahun 2023, pembangunan jalan penghubung Aornakan-Pagindar sampai Batas Aceh (NAD) akan segera ditindak lanjuti.
Mungkin dalam minggu ini, tim kami melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional akan turun melakukan survey, melakukan pemetan dan penghitungan lebih detail, jelas dia.
Dalam rangka percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk memberikan manfaat maksimal dalam mendorong perekonomian Nasional maupun Daerah, menurunkan biaya logistik nasional, menghubungkan dan mengintegrasikan dengan sentra-sentra ekonomi, dan membantu pemerataan kondisi jalan yang mantap, sebagai upaya mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2023-2024, Presiden RI, H Joko Widodo telah mengeluarkan Istruksi Presiden RI yang ditujukan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri PUPR, Menteri Keuangan, Menteri Dlam Negeri, para Gubernur dan para Bupati/Walikota, guna membantu pembangunan konektivitas jalan daerah.
“Kita berharap dengan telah terbitnya Inpres ini akan bisa membantu kita dalam upaya mempercepat peningkatan mutu dan kualitas jalan penghubung Aornakan-Pagindar sampai batas Aceh (NAD), ini sangat penting untuk mendukung peningkatan perekonomian khususnya di Kecamatan Pagindar, sangat penting mengingat besarnya potensi yang dimiliki kecamatan ini yang selama ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat karena sulutnya akses jalan kesana, “jelas Bupati Pakpak Bharat di Jakarta.
(JB)






