ADVERTISEMENT
Media Online Ruang Pers
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan
No Result
View All Result
Media Online Ruang Pers
No Result
View All Result
  • google news
  • Lintas Provinsi
  • Sumut
  • Internasional
  • Hiburan
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
Home News Lintas Provinsi
Ilustrasi Kuntilanak. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Kuntilanak. (Foto: Istimewa)

Penjelasan Masuk Akal Kenapa Kuntilanak Terus Hantui Masyarakat Indonesia

by Ruangpers.com
28 Februari 2023 | 08:54 WIB
in Lintas Provinsi
14
SHARES
15
VIEWS
ADVERTISEMENT

Jakarta, Ruangpers.com – Mitos telah hidup di sekitar masyarakat sejak lama. Wujudnya macam-macam. Bagi sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih ada yang mengingat bagaimana orang tua melarang kita keluar rumah pada saat senja atau lebih tepatnya menjelang Magrib.

“Jangan keluar saat Maghrib, nanti kesambet setan,” ungkapan itu mungkin akrab di telinga kita. Atau, “sebelum Maghrib harus sudah sampai di rumah, nanti diculik Kuntilanak!”

Berbagai larangan yang disampaikan oleh orang tua kita itu bisa jadi merupakan ungkapan turun-temurun yang kemudian dibumbui berbagai cerita hingga pada akhirnya menjadi mitos. Tidak seperti hoaks, orang zaman dahulu menerapkan mitos sebenarnya bertujuan baik.

Sama halnya dengan keberadaan Kuntilanak yang akan terus menghantui masyarakat Indonesia. Ada yang begitu percaya dan bahkan pernah mengalami sendiri melihat penampakan Kuntilanak. Ada yang menganggap mitos tapi mematuhi anjuran-anjuran dari orang tua untuk menghindarinya.

“Aku nggak ngambil Kuntilanak secara khusus, ya. Tapi, di dalam antropologi itu ada studi khusus yang namanya folklor. Jadi studi folklor ini memang sengaja memahami dongeng, cerita, legenda, juga mitos,” ujar dosen Antropologi Unair, Delta Bayu Murti kepada detikJatim, Senin (27/2/2023).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mitos yang berkembang secara turun-temurun, menurut Bayu, juga merupakan bagian dari budaya. Produk atau buah pikiran masyarakat yang hidup bersama-sama.

“Dongeng, cerita, legenda, atau mitos yang berkembang di masyarakat ini kan bentuk atau hasil masyarakat memahami lingkungan, ya. Pastinya di dalam bentuk ini juga ada maknanya, termasuk makna pendidikan,” ujarnya.

Dia mencontohkan tentang larangan keluar pada saat Magrib. Secara budaya yang berkembang di masyarakat Jawa, larangan itu tidak hanya berkaitan dengan keberadaan demit atau setan atau hantu belaka.

“Nggak cuma di Jawa, di Asia Tenggara itu masyarakat percaya bahwa Magrib atau surup itu adalah momen pergantian waktu siang dan malam. Nah, bagi masyarakat itu peralihan waktu ini dimaknai sebagai titik krusial atau titk rawan. Makanya dilarang keluar di waktu itu,” katanya.

Berkaitan dengan Kuntilanak sendiri, cerita yang berkembang bahwa hantu perempuan yang penasaran itu mencari mangsa perempuan hamil dan anak-anak. Terutama mereka yang keluar pada saat Magrib.

“Mungkin sebagian masyarakat ada yang mengalami, tapi buat yang sedang hamil ‘jangan keluar nanti disasar Kuntilanak’ ini mungkin maksudnya bukan larangan untuk keluar, tapi lebih kepada anjuran bahwa orang hamil itu perlu cukup istirahat, misalnya. Supaya tidak terlalu sering beraktivitas keluar rumah,” ujarnya.

Dia pun menyatakan bahwa kemungkinan orang Jawa pada zaman dahulu karakternya memang sangat sulit diberitahu. Selalu membantah penuturan orang tua, hingga akhirnya diciptakan larangan-larangan dengan bumbu cerita yang menakutkan dan punya efek jera.

“Orang Jawa itu, mungkin lainnya juga, ya, lek dikandani kan angel (kalau dikasih tahu susah). Akhirnya ditambahi dengan sesuatu yang membuat mereka takut, supaya mereka beneran nggak melakukan itu. Lek dikandani biasa itu kan nggak ngerungokno, makane ditambahi den-denan, ben temenan nggak ngelakoni iku (kalau diberitahu biasa itu tidak mendengarkan, karena itu ditambahi cerita menakutkan, biar betul-betul tidak melakukan),” ujarnya.

Bayu menyimpulkan bahwa sebenarnya mitos maupun hantu-hantu menyeramkan yang dikenalkan oleh orang-orang dahulu sebenarnya bertujuan baik untuk menjaga agar setiap anak bisa menjaga diri, dan tidak berperilaku tidak melebihi batas kewajarannya.

“Iya, kan? Lepas dari ada Kuntilanak atau nggak, itu kan cerita itu disampaikan dengan niat yang baik. Sekali lagi tadi, di luar banyaknya cerita dari warga yang mengaku mengalami itu, yang hamil lalu digondol sama kuntilanak,” katanya.

 

Sumber : detik.com

Tags: KuntilanakMitos
Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Foto: Laka lantas di Batam, truk timpa mobil dan sepeda motor di Simpang Tiban Vitka, Batam. (dok. Istimewa)
Lintas Provinsi

Kabur Usai Tabrak Mobil dan Motor, Sopir Truk Maut di Batam Menyerahkan Diri

by Ruangpers.com
1 September 2025 | 21:36 WIB

Batam, Ruangpers.com - Sopir truk crane berwarna biru dengan nomor polisi BP...

Read more
AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung, naik pangkat satu tingkat lebih tinggi, menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
Lintas Provinsi

Kapolresta dan 77 Personel Polresta Bandara Soekarno Hatta Naik Pangkat

by Ruangpers.com
3 Januari 2025 | 23:07 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)...

Read more
Apel Kasatwil Polri 2024 yang diselenggarakan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Lintas Provinsi

Presiden Prabowo Buka Apel Kasatwil Polri 2024, Kapolres Simalungun Turut Hadir di Akpol Semarang

by Ruangpers.com
12 Desember 2024 | 21:03 WIB

Semarang, Ruangpers.com - Kapolres Simalungun, AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H,...

Read more
AKBP Ronald FC Sipayung resmi menduduki jabatan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Lintas Provinsi

Mantan Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung Jabat Kapolresta Bandara Soetta .

by Ruangpers.com
26 November 2024 | 21:33 WIB

Jakarta, Ruangpers.com - AKBP Ronald FC Sipayung resmi menduduki jabatan Kapolresta Bandara...

Read more

Berita Terbaru

Sumut

Dapat Info Tawuran di Jalan D.I Panjaitan, Polseķ Siantar Marihat Datangi Lokasi

14 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Laksanakan Saling di Pos Kamling Jalan Durian

14 Januari 2026 | 21:31 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Monitoring Distribusi MBG di UPTD SMP Negeri 1

14 Januari 2026 | 21:18 WIB
Hukum

Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Curanmor

14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Sumut

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek Kesiapan Terminal Tanjung Pinggir

14 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sumut

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Warga Binaan di Jalan Mandiri

13 Januari 2026 | 21:19 WIB
Sumut

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas dan Silaturahmi dengan Komunitas Senam

13 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Dukung Turunkan Stunting, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Hadiri Posyandu

13 Januari 2026 | 20:57 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Cek Kebakaran Rumah, Diduga Ini Penyebabnya

12 Januari 2026 | 21:24 WIB
Sumut

Polseķ Sianțar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan dengan Problem Solving

12 Januari 2026 | 21:16 WIB
Sumut

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Keributan di Jalan Meranti dengan Mediasi

12 Januari 2026 | 21:08 WIB
Sumut

Tindaklanjuti Laporan Pengancaman, Polsek Sianțar Martoba Turun Langsung ke TKP

12 Januari 2026 | 21:02 WIB
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
  • Visi Misi
Seedbacklink

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • News
    • Sumut
    • Lintas Provinsi
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hiburan

© 2023 Ruang Pers

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini