Pematangsiantar, Ruangpers.com – Tujuh kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba, diminta jangan hanya jadi penonoton.
Masing – masing Pemerintah Kabupaten (Pemkab), harus membantu untuk mempercepat pembangunan objek wisata tersebut.
Hal itu dikatakan Charles Rumapea SE, kepada Ruangpers.com, di sela – sela kunjunganya ke Parapat, Jumat (19/2/2021).
Dikatakannya, Pemerintah Pusat sangat serius untuk membangun kawasan Danau Toba agar menjadi tujuan wisata bertaraf internasional.

“Pemerintah pusat berani menggelontarkan dana sebesar Rp9 Triliun untuk percepatan pembangunan kawasan Danau Toba. Apa nanti yang terjadi, kalau Pemda – pemda yang ada di kawasan Danau Toba, tidak mendukung. Bisa – bisa semua program Pemerintah pusat akan jalan di tempat, ujar Charles.
Menurutnya, Pemda harus bisa membantu, walaupun dengan APBD yang minim.
“Misalnya pembukaan daerah wisata baru atau jalan-jalan menuju desa wisata, harus dibantu oleh Pemda. Penataan lokasi wisata, pemberdayaan SDM dan lainnya,”ujar Charles yang merupakan putra asli Kabupaten Samosir.
Masih katanya, masyarakat uang tinggal di kawasan Danau Toba juga perlu diberi motivasi oleh Pemda agar kampung mereka ditata lebih baik dan bagus.

Seperti di Kabupaten Samosir misalnya. Jalan keliling Samosir sudah oke, berkat bantuan pusat. Begitu juga dengan pelabuhan ferry saat ini sedang diperbaiki dan akan selesai tahun ini. Nah disinalah, Pemda perlu memberikan contoh kepada masyarakat dan mensosialisasikannya dengan baik kepada para wisatawan yang datang ke kawasan Danau Toba, ungkapnya.
Baca Juga : Toilet di Danau Toba Dianggap Sangat Penting, Ini Dilakukan Luhut
“Ada 7 kabupaten kalau tidak salah yang terlibat langsung ke kawasan Danau Toba yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Utara, Humbahas, Toba, Samosir, Karo dan Dairi. Oleh karenanya, saya berharap agar ke 7 Pemda ini benar – benar serius untk mendukung program pemerintah pusat untuk membangun Danau Toba ini,” tutup tokoh pemuda yang peduli Danau Toba.
(red)